• This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • 0711 – 362809

Mulai Studi Pembangunan Tol Palembang-TAA

Meski proyek Jalan Tol Kayuagung-Palembang-Betung (Kapal Betung) dan Palembang-Indralaya (Palindra) belum dimulai, namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel masih akan menggarap proyek jalan tol baru dari Palembang menuju Tanjung Api Api (TAA).


Asisten II bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Ruslan Bahri mengatakan, pemerintah akan memulai studi kelayakan atau Feasibility Study (FS). Beberapa hal telah dipersiapkan, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Data awal perumusan FS pembangunan Jalan Tol Palembang-Tanjung Api Api lagi dikumpulkan. Kita melalui Bappeda, Dinas PU Bina Marga dan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Sumatera baru membahas tahap awal,” kata Ruslan di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai Palembang, Rabu (11/3/2015).

2000 Perawat Se-Indonesia akan Serbu Palembang

Sekitar 2000 orang perawat dari seluruh provinsi di Indonesia akan menyerbu kota Palembang pada 7-10 Mei 2015 mendatang. Kedatangan para tenaga kerja kesehatan itu ke kota pempek, untuk mengikuti Musyawarah Nasional Persatuan Perawat Nasional Indonesia (Munas PPNI) yang akan diselenggarakan di Hotel Ultima Horison Palembang. Ketua I Munas PPNI Sumsel munas H bakaruddin.M, Sh,MM,M.Kes mengatakan munas ke IX tersebut dalam rangka melakukan pemilihan ketua umum PPNI.

Sumsel sendiri baru pertama kali menjadi tuan rumah munas. Sebelumnya munas PPNI diselenggarakan di kota Balikpapan. "Kedatangan ke sini untuk melakukan kerjasama dengan gedung Sripo mengenai pemberitaan di munas nanti. Kita sangat berterima kasih karena telah direspon secara baik maksud dan tujuan kami," katanya saat mengunjungi Markas Besar Sripo di gedung Graha Tribun Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara Palembang, Kamis (12/3/2015). (Sumber :sripo)

Minimalisir Korban Kecelakaan Perairan

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengaku prihatin terhadap bencana yang menimpa KM Fahri Aziz di perairan Pulau Rumau, Kabupaten Banyuasin, Selasa (17/2/2015). Kecelakaan yang berujung hilangnya nyawa tujuh penumpang itu dinilai Alex kurangnya standar keselamatan kapal. Kepada sejumlah wartawan di Griya Agung, Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (19/2/2015), Alex melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkomonfo) Sumsel akan mengubah desain Speedboat untuk memenuhi standar keselamatan penumpang kapal. "Pinggiran Speedboat tertutup. Jalan keluar hanya ada di depan dan belakang. Saat ini memang belum ada regulasi yang mengatur tentang standar keamanan dan keselamatan bagi transportasi air. Saya sudah instruksikan kepada Dishub untuk mengubah standar desain kapal yang aman bagi penumpang," ujarnya.

Alex menyebut bentuk Speedboat saat ini tidak memenuhi standar keselamatan penumpang kapal. Bila tak segera diubah, dirinya khawatir kejadian serupa bisa terulang. Alex menjanjikan Dishubkominfo Sumsel merealisasikan instruksinya itu dalam waktu dekat. "Speedboat yang mengalami kecelakaan kemarin bisa jadi peti mati bagi penumpang. Apalagi di dalam Sungai Musi kondisi air kerung mengurangi jarak pandang. Orang-orang saling tendang karena berebut keluar kapal dari pintu sempit dan terbatas," ungkapnya. Selain mengubah desain speedboat, Alex juga meminta Dishubkominfo Sumsel membuat Peraturan Gubernur (Pergub) baru terkait standar keselamatan transportasi air. Termasuk pola pencatatan data penumpang kapal atau biasa disebut manifes dalam penerbangan.

"Harus ada seperti itu dalam transportasi air jenis apapun. Selama ini baru ditemukan di maskapai penerbangan, transportasi darat Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP), ataupun agen-agen travel besar," terangnya. Seperti diketahui sebelumnya, pada Selasa (17/2) lalu, sebuah kapal cepat 200 PK berpenumpang 27 orang mengalami kecelakaan di Perairan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Tujuh orang penumpang tewas dan sembilan orang luka-luka. (Sripoku.com/Imam Ghazali)

LPSE

Kependudukan

affordablespapers.com

Produk Hukum